Perkuat Budaya Mutu, LP3M Selenggarakan Refreshment dan Sosialisasi Teknik AMI 2025–2026
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Al-Amien Prenduan menyelenggarakan kegiatan Refreshment dan Sosialisasi Teknik Audit Mutu Internal (AMI) Tahun Akademik 2025–2026. Kegiatan ini diikuti oleh para auditor internal, pimpinan fakultas, ketua program studi, kepala unit, serta seluruh pihak yang akan terlibat dalam pelaksanaan AMI pada tahun akademik mendatang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Al-Amien Prenduan dalam memperkuat budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Melalui penyamaan persepsi mengenai mekanisme dan teknik audit, diharapkan proses Audit Mutu Internal dapat berjalan secara objektif, sistematis, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas akademik maupun tata kelola kelembagaan.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Al-Amien Prenduan menegaskan bahwa Audit Mutu Internal bukanlah kegiatan yang harus ditakuti oleh program studi maupun unit kerja. Menurut beliau, AMI merupakan instrumen evaluasi yang dirancang untuk membantu setiap unit menemukan berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki dan dikembangkan.
Beliau juga mengajak seluruh auditi agar tidak merasa tertekan ketika menghadapi proses audit. Sebaliknya, AMI harus dipandang sebagai sarana pembelajaran bersama untuk meningkatkan mutu secara berkelanjutan. Dengan adanya audit, setiap program studi dan unit dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai capaian yang telah diraih sekaligus berbagai peluang perbaikan yang masih dapat dioptimalkan.
"Audit bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk menemukan ruang-ruang perbaikan," demikian esensi pesan yang disampaikan Rektor kepada seluruh peserta. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan pelaksanaan AMI mampu menciptakan budaya evaluasi yang sehat, terbuka, dan berorientasi pada peningkatan kualitas institusi.
Sementara itu, Ketua LP3M dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas arahan yang diberikan oleh Rektor. Beliau menilai bahwa analogi dan penjelasan yang disampaikan sangat tepat dalam menggambarkan hakikat Audit Mutu Internal sebagai instrumen pembinaan, bukan sebagai alat untuk menghakimi.
Menurut Ketua LP3M, keberhasilan pelaksanaan AMI sangat bergantung pada keterbukaan dan komitmen seluruh pihak. Oleh karena itu, auditor dan auditi perlu membangun komunikasi yang baik selama proses audit berlangsung sehingga rekomendasi yang dihasilkan benar-benar mampu menjadi dasar dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Selain memberikan penyegaran mengenai konsep Audit Mutu Internal, kegiatan ini juga memuat sosialisasi teknik audit, penyamaan persepsi terhadap instrumen audit, serta pembahasan mekanisme pelaksanaan AMI Tahun Akademik 2025–2026. Dengan demikian, para auditor memiliki pemahaman yang sama dalam melaksanakan audit sesuai standar yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan refreshment ini, LP3M berharap seluruh auditor mampu menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan independen, sementara para auditi dapat mempersiapkan diri dengan baik serta memandang audit sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas yang berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya kegiatan Refreshment dan Sosialisasi Teknik Audit Mutu Internal Tahun Akademik 2025–2026, Universitas Al-Amien Prenduan kembali menegaskan komitmennya dalam membangun Sistem Penjaminan Mutu Internal yang kuat. Semangat kolaborasi antara auditor, auditi, dan seluruh sivitas akademika diharapkan mampu mewujudkan budaya mutu yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar, tetapi juga pada peningkatan kualitas secara berkesinambungan demi tercapainya visi dan misi universitas.
Apakah artikel ini bermanfaat?
Bagikan Artikel
Komentar (0)
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!